Refleksi Hari Pahlawan: Berjuang Tak Selalu Dengan Senjata
10/11/2025 | Penulis: Humas BAZNAS Kab. Blitar
Berjuang Melalui Zakat
Setiap Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November kita diingatkan akan makna mendalam dari kata “pahlawan”. Tanggal ini dipilih karena berkaitan dengan Pertempuran Surabaya yang pecah pada 10 November 1945, salah satu momen paling heroik dalam perjuangan bangsa Indonesia. Namun, perjuangan para pahlawan itu tak selalu hanya di medan tempur dengan senjata. Ada bentuk lain dari pengorbanan dan pengabdian yang tak kalah penting, yaitu ketika seseorang menaruh kepedulian, mengangkat harkat sesama manusia, atau menunjukkan solidaritas sosial sebagai bentuk ke-pahlawanan dalam keseharian.
Ketika kita menyadari bahwa bangsa kita masih menghadapi berbagai tantangan sosial maupun ekonomi seperti kemiskinan, kesenjangan, ketidakadilan, maka menjadi “pahlawan” dalam konteks sekarang berarti turut serta menyelesaikan tantangan tersebut lewat tindakan nyata. Salah satu wujud konkret adalah melalui penyaluran dari penunaian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mencatat bahwa pengumpulan ZIS-DSKL nasional naik signifikan: hingga kuartal kedua 2024 tercatat sejumlah Rp 26,13 triliun, naik 68,2% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Data lainnya menunjukkan bahwa pada 2023 total pengumpulan nasional zakat mencapai Rp 32,321 triliun dan penyaluran mencapai Rp 31,199 triliun. Ini menegaskan bahwa aksi filantropi Islam modern melalui ZIS mempunyai peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan sosial-kemasyarakatan.
Di sisi lain, makna “berjuang” juga berkaitan dengan tanggung jawab kolektif maka disini kita semua ada peran. Para pahlawan di masa lalu mempertaruhkan nyawa untuk kemerdekaan; hari ini, kita bisa memperkuat kemerdekaan sosial dengan melawan kemiskinan, kebodohan, dan keterpinggiran. Melalui komunikasi, pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan, kita ikut melanjutkan tongkat estafet perjuangan moral dan sosial yang diwariskan generasi terdahulu. Nilai-nilai yang diangkat dalam peringatan Hari Pahlawan mengajak kita untuk menjadi agen perubahan, bukan sekadar penonton: belajar aktif, berbagi, memperkuat komunitas, dan menciptakan keberlanjutan untuk generasi selanjutnya.
Lebih spesifik, ketika seseorang menyedekahkan sebagian hartanya melalui zakat atau infak, maka ia bukan hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memperkuat solidaritas kebangsaan dan rasa persaudaraan. Hal ini mencerminkan semangat pahlawan yang tidak hanya “mengangkat senjata” tetapi “mengangkat kehidupan” orang lain. Kita semua bisa menjadi pahlawan kecil di lingkungan kita masing-masing: mendukung anak sekolah yang kurang beruntung, membantu keluarga rentan, atau secara rutin menyalurkan ZIS agar manfaatnya tersebar secara luas.
Mari kita jadikan momentum Hari Pahlawan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan tindakan untuk berjuang dalam bentuk nyata yang relevan dengan zaman sekarang yakni melalui kontribusi sosial dan keadilan ekonomi. Untuk itu, mari berpartisipasi secara aktif melalui penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Blitar sebagai wujud penghormatan terhadap para pahlawan dan sebagai bentuk perjuangan sosial demi masa depan yang lebih adil dan sejahtera.
Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
